ODL: Menelusuri Nilai Sejarah dan Pendidikan Karakter di Makam Mbah Sono dan Kampung Lali Gadget

Pada hari Senin, 9 Januari 2026, beberapa peserta didik kelas VII, VIII, dan IX SMPN Negeri 3 Krian melaksanakan kegiatan Outdoor Learning (ODL) sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata melalui kunjungan ke Makam Mbah Sono dan Kampung Lali Gadget.

Menggali Nilai Sejarah di Makam Mbah Sono

Kunjungan pertama dilakukan ke Makam Mbah Sono, salah satu tokoh yang dihormati masyarakat setempat. Di lokasi ini, peserta didik diajak untuk mengenal sejarah lokal, memahami perjuangan tokoh terdahulu, serta menumbuhkan sikap menghargai jasa para pendahulu.

Melalui kegiatan observasi dan penjelasan dari narasumber, siswa belajar bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi juga sumber nilai kehidupan seperti keteladanan, semangat perjuangan, religiusitas, dan tanggung jawab sosial. Peserta didik juga dilatih untuk menjaga sikap sopan dan etika saat berada di tempat bersejarah. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini, yaitu berziarah dan berdo’a bersama.

Setelah dari makam, rombongan melanjutkan kegiatan ke Kampung Lali Gadget. Di tempat ini, peserta didik mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang mengajak mereka belajar tanpa ketergantungan pada gadget. Kegiatan diawali dengan dolanan “Sugeng Rawuh”, yaitu permainan penyambutan seperti egrang, stepping wood dan ayunan, gasing, lempar cincin. kemudian dolanan tembang meliputi tembang jamuran, senam, ice breaking. Melalui permainan tradisional ini, siswa belajar nilai sportivitas, kesabaran, kerja sama, dan komunikasi efektif.

Selanjutnya, peserta didik mengikuti dolanan tembang, yang meliputi:Tembang Jamuran, permainan tradisional yang mengajarkan kekompakan dan kebersamaan, Senam bersama untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan semangat, dan ice breaking untuk mencairkan suasana serta membangun interaksi yang menyenangkan antar peserta didik.

Selain berbagai dolanan tradisional, peserta didik juga mengikuti kegiatan edukatif berbasis lingkungan, yaitu menanam padi dan menangkap ikan. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena sebagian besar peserta didik baru pertama kali merasakan langsung aktivitas di area persawahan dan perairan.

Pada kegiatan menanam padi, peserta didik diajak turun langsung ke sawah untuk belajar proses awal bercocok tanam. Dengan didampingi fasilitator, mereka dikenalkan pada cara menanam bibit padi dengan jarak dan posisi yang benar. Meskipun harus melewati lumpur yang lengket dan licin, para siswa tetap antusias dan saling membantu. Dari kegiatan ini, mereka belajar tentang kerja keras petani, pentingnya ketekunan, serta rasa syukur atas makanan pokok yang setiap hari dikonsumsi.

Selanjutnya, kegiatan menangkap ikan dilakukan di kolam yang telah disiapkan. peserta didik diajak merasakan sensasi menangkap ikan secara tradisional menggunakan tangan atau alat sederhana. Aktivitas ini melatih keberanian, ketangkasan, dan kerja sama. Gelak tawa dan sorak semangat terdengar ketika peserta didik berhasil menangkap ikan. Melalui kegiatan menanam padi dan menangkap ikan, peserta didik tidak hanya bermain, tetapi juga belajar menghargai alam, memahami proses produksi pangan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata bahwa kehidupan sehari-hari sangat erat kaitannya dengan alam dan kerja keras banyak pihak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Outdoor Learning menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja, dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

Loading